Komentardi pilihan D tidak relevan dengan isi teks yang hanya memaparkan sinopsis, keunggulan, dan kelemahan. Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah pilihan A. 6. Topik: Membaca Sastra. Indikator: Peserta didik mampu menentukan makna kata dalam cerpen dan fabel . Bacalah teks berikut untuk menjawab pertanyaan nomor 6—7! Contohkalimatnya adalah pada tulisan kali ini kita akan membahas tentang struktur dengan dilengkapi contoh menganalisis kaidah kebahasaan teks resensi. Unsur kebahasaan teks biografi menggunakan beberapa kaidah kebahasaan yang dominan. Tugas 1 analisislah kaidah kebahasaan teks biografi george saa! Source: id-static.z-dn.net Masalahyang dinilai dalam penggalan resensi di atas adalah . a. Novel tersebut serius dan tidak cukup untuk menghibur Dimana dapat dibeli kain sutera yang dirawat dengan baik? 20. Bacalah teks berikut dengan saksama! Kedua contoh di atas adalah syair dan tantun dengan makna yang serius dan dalam. Tapi di masyarakat, selama 4 abad CiriTeks Artikel. Dalam contoh teks artikel nantinya akan ditemukan ciri-ciri khusus. Di bawah ini adalah ciri-ciri penulisan teks artikel yang dijelaskan ke dalam lima ciri, yaitu: 1. Dibuat secara ringkas, padat, dan jelas dengan tujuan agar pembaca mudah memahami isinya, 2. Keterangan +: akar tumbuh dengan baik-: akar tumbuh jelek atau tidak tumbuh2/3 : waktu cangkokan siap dipotong. Pernyataan yang sesuai dengan tabel di atas adalah a) Tanaman rambutan binjai, jambu air, dan mangga akan tumbuh pada semua media tanam. b) Tanaman rambutan binjai dan mangga akan tumbuh dengan baik setelah cangkokan berumur tiga bulan. c) Cangkokan buah mangga dengan media Jawaban B. pertempuran antara pasukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dengan pasukan gabungan Inggris dan NICA di Kota Magelang. Dilansir dari Encyclopedia Britannica, bacalah teks di atas ide pokok pada teks diatas adalah pertempuran antara pasukan tentara keamanan rakyat (tkr) dengan pasukan gabungan inggris dan nica di kota magelang. jdoVW. - Berikut kunci jawaban mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 11 SMA halaman 214. Pada buku Bahasa Indonesia Kelas 11 SMA di bagian Bab 7 mempelajari tentang Menilai Karya Melalui Resensi. Pada bagian Tugas, terdapat soal untuk menganalisis isi resensi dari sebuah teks dan mencari buku nonfiksi. Sebelum melihat kunci jawaban, ada baiknya siswa mencoba menjawab sendiri terlebih dahulu dengan bantuan orangtua. Jika sudah, orangtua bisa mencocokkan jawaban yang ditulis anak dengan jawaban di bawah ini. Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 SMA Halaman 214. Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 SMA Halaman 214. Kemdikbud Baca juga SOAL & KUNCI JAWABAN Pelajaran Matematika Kelas 12 Hal 173 174 179 181, Lengkapi Alasan & Pernyataan Tugas 1. a. Bacalah kembali contoh teks resensi di atas dengan baik!b. Secara berkelompok, identifikasilah resensi tersebut berdasarkanaspek-aspek berikut! 1 identitas buku,2 ringkasan isi buku,3 keunggulan buku,4 kelemahan buku, dan5 rekomendasi. c. Selain aspek-aspek tersebut, adakah aspek lain yang dibahas dalam resensi tersebut? Jelaskan! 2. a. Cermatilah contoh resensi lainnya, untuk buku nonfiksi!b. Cermati unsur-unsur yang ada pada resensi tersebut!c. Tuliskanlah hasil penilaian kamu pada teks tersebut!d. Gunakanlah rubrik seperti di bawah ini! Tabel tertera dalam soal Jawaban soal nomor 1 1. Identitas buku Daftar Isi Pengertian Resensi Tujuan Resensi Memberikan Informasi Novel kepada Calon Pembaca Membantu Pembaca Berpikir Kritis terhadap Novel Sarana Menyampaikan Saran terhadap Novel Mempertimbangkan Kelemahan dan Keunggulan Sebuah Buku Manfaat Resensi Novel Memberikan Pendapatan bagi Penulis Resensi Mendorong Penulis Supaya Terus Berkembang Memperluas Wawasan dan Kreativitas Penulis Resensi Unsur-unsur Resensi Novel Judul Resensi Menyusun Data dalam Novel Isi Resensi Novel Penutup Contoh Resensi Novel Contoh 1 Contoh 2 Cara Meresensi Novel Fiksi yang Baik dan Benar Artikel ini secara khusus akan membahas tentang contoh resensi novel dan penjelasan detailnya mengenai pengertian, tujuan, struktur, dan sebelum membahas tentang contoh resensi, kita pahami terlebih dulu yuk ResensiResensi adalah sebuah uraian yang mengulas kelemahan atau kelebihan suatu karya. Melalui resensi, siapapun memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya terhadap karya. Baik itu kelemahan, kelebihan, serta saran maupun solusi untuk penulisnya. Sedangkan resensi novel adalah resensi yang fokus mengulas kelemahan dan kelebihan sebuah novel. Lantas, apa saja tujuan resensi dan seperti apa contohnya? Simak ulasan berikut!Tujuan ResensiAda pun bermacam-macam tujuan resensi novel, di antaranya sebagai berikutMemberikan Informasi Novel kepada Calon PembacaBiasanya, sebagian orang lebih suka mendapatkan informasi tentang ulasan buku yang ingin mereka baca sebelum memutuskan untuk membacanya. Itulah yang menjadi salah satu tujuan resensi dibuat. Dengan adanya rangkuman tentang isi buku dan penilaiannya, calon pembaca dapat mempertimbangkan apakah buku tersebut layak dibaca atau Pembaca Berpikir Kritis terhadap NovelNovel dibuat oleh pengarangnya untuk menyampaikan sebuah pesan. Melalui resensi, pembaca didorong untuk berpikir kritis dan berusaha mendalami isi pesan dari novel Menyampaikan Saran terhadap NovelDi dunia ini tidak ada karya yang sempurna. Oleh karena itu, resensi dapat menjadi sarana bagi pembaca untuk memberikan saran kepada penerbit maupun penulis. Contoh saran dalam resensi adalah menyampaikan saran terkait kualitas kertas novel. Apabila kualitas kertas yang dipakai buruk, maka dapat mengurangi nilai dari novel Kelemahan dan Keunggulan Sebuah BukuPenting untuk diketahui bahwa resensi novel memiliki tujuan untuk memberikan tanggapan terkait isi dari sebuah buku. Tanggapan tersebut dapat berupa pertimbangan mengenai kelemahan dan keunggulan, sehingga mempermudah calon pembaca untuk memutuskan lanjut atau tidak membaca novel Resensi NovelSelain tujuan, resensi novel juga memuat berbagai manfaat seperti berikutMemberikan Pendapatan bagi Penulis ResensiPada umumnya reviewer atau penulis resensi akan memperoleh fee atau bayaran atas hasil resensi yang dibuat. Hal tersebut dikarenakan sebagian resensi dapat dimuat oleh beberapa media, seperti website online, majalah, hingga Penulis Supaya Terus BerkembangPada salah satu bagian resensi terdapat saran dan kritik yang ditujukan kepada penulis novel. Kritik dan saran tersebut bertujuan untuk mendorong penulis lebih berkembang dan menulis lebih baik lagiMemperluas Wawasan dan Kreativitas Penulis ResensiSeorang penulis resensi novel harus membaca buku terlebih dahulu sebelum menyusun resensi. Artinya, kebiasaan membaca banyak buku dan mengulasnya dalam bentuk resensi tanpa disadari mendorong kreativitas dan menambah wawasan Resensi NovelSebelum membahas tentang contoh resensi novel, berikut adalah unsur-unsur yang terkandung di dalam resensiJudul ResensiUnsur pertama dalam resensi novel yang harus ada adalah judul. Judul resensi alangkah baiknya dibuat sesuai dengan isi pesan yang hendak disampaikan. Selain itu, pemilihan judul yang menarik dapat menambah nilai lebih terhadap suatu Data dalam NovelIsi resensi harus memuat data-data dalam novel yang meliputiJudul BukuNama PengarangNama PenerbitTahun Terbit dan Tahun CetakDimensi NovelInformasi Harga NovelIsi Resensi NovelUnsur resensi novel selanjutnya yang tidak kalah penting adalah isi resensi itu sendiri. Isi yang termuat biasanya membahas tentang sinopsi, kutipan secukupnya, dan ulasan singkat tentang novel yang diresensi. Isi resensi tersebut meliputi kelebihan, kelemahan, rumusan kerangka novel, dan penggunaan terakhir dalam sebuah resensi adalah penutup. Bagian tersebut membahas tentang alasan mengapa buku tersebut ditulis dan kepada siapa buku tersebut buku berjudul Bahasa Indonesia 3, berikut adalah contoh resensi novel yang ringkasContoh 1Judul Gita Cinta dari SMAPengarang Eddy D. IskandarPenerbit Gaya Favorit PressTahun 1978Novel pertama karya Eddy D. Iskandar dengan tajuk "Gita Cinta dari SMA" merupakan salah satu karya yang dibuat dengan hati-hati. Berbeda dengan novel-novel Eddy selanjutnya yang lebih nyentrik, pop, dan semau gue, Gita mampu meninggalkan kesan dalam bagi pembaca karena mengutamakan kelembutan dan kehalusan hal positif yang dapat disampaikan dari novel ini, terutama tentang anak SMA yang dikisahkan memiliki rutinitas yang tertib, rajin datang ke sekolah, menghormati guru, dan saling novel dengan tema yang lembut atau feminim seperti ini justru tidak lagi muncul di karya Eddy D. Iskandar Novel Populer indonesia, Jacob 2Judul Misteri Burung Merah Chasing RedbirdTahun 2003Penulis Sharon CreechJumlah Halaman 272Penerbit Kaifa Mizan GroupHarga berhasil dengan novelnya yang berjudul Perjalanan Dua Purnama, Sharon Creech kembali menulis novel baru berjudul 'Misteri Burung Merah'. Dalam novel ini, Sharon Creech mengombinasikan cerita yang indah antara kasih sayang, humor, dan filosofi novel Misteri Burung Merah masuk kategori fiksi misteri, tetapi bahasa yang digunakan terkesan ringan dan mudah untuk dipahami. Bahkan, beberapa bagian dari novel ini menghadirkan humor-humor yang lucu karena karakter tokoh yang terkesan apa novel ini terlihat pada pembentukan karakter tokoh yang optimal, sekaligus penggunaan bahasanya yang sederhana namun padat. Misteri Burung Merah menjadi salah satu novel terjemahan yang patut diacungi jempol karena mampu menggunakan pemilihan kata dalam bahasa Indonesia yang lebih bertele-tele dibandingkan bahasa Meresensi Novel Fiksi yang Baik dan BenarSelanjutnya, berikut ini adalah cara meresensi novel fiksi yang baik dan benar. Langkah-langkah yang diambil di antaranyaMelakukan proses pengenalan buku yang meliputi tema, profil penerbit, profil pengarang, bidang kajian atau genre yang dibahas dalam buku secara menyeluruh dan telitiMenandai bagian isi novel yang memerlukan perhatian khususMenulis intisari atau sinopsis dalam novelMenentukan penilaian terhadap isi novel secara menyeluruhItulah informasi lengkap mengenai resensi beserta dengan tujuan, manfaat, dan contohnya. Semoga informasi di atas dapat membantu kamu dalam menyusun dan menghasilkan resensi yang baik dan benar. Selamat mencoba! Simak Video "Ada Terduga Teroris, Standar Masuk MUI Dipertanyakan" [GambasVideo 20detik] des/fds Home Lainnya 211 Bahasa Indonesia B. Menyusun Sebuah Resensi dengan Memperhatikan Hasil Perbandingan Beberapa Teks Resensi Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mampu 1. mengidentifikasi identitas buku yang diresensi; 2. mengungkapkan isi informasi buku yang diresensi. Kegiatan 1 Mengidentiikasi Identitas Buku yang Diresensi Perhatikanlah teks berikut. Petualangan Bocah di Zaman Jepang Judul Novel Saksi Mata Pengarang Suparto Brata Penerbit Penerbit Buku KOMPAS Tebal x + 434 halaman Setelah membaca novel yang sangat tebal ini, saya jadi teringat dengan novel Mencoba Tidak Menyerah-nya Yudhistira Massardhie dan juga novel Ca Bau Kan-nya Remy Sylado. Dalam novel Mencoba Tidak Menyerah, yang menjadi tokoh sentralnya adalah bocah laki-laki berusia sepuluh tahun, sedangkan dalam novel Ca Bau Kan yang telah diangkat ke layar lebar, digambarkan bagaimana keadaan Jakarta, kota era zaman penjajahan Belanda dengan sangat detail. Lalu apa hubungannya dengan novel Saksi Mata karya Suparto Brata ini? Dalam Saksi Mata, yang menjadi “jagoan” alias tokoh utamanya adalah bocah berusia dua belas tahun bernama Kuntara, seorang pelajar sekolah rakyat Mohan-gakko dan mengambil latar Kota Surabaya pada zaman penjajahan Jepang dengan penggambaran yang sangat apik, detail dan sangat memikat. Novel setebal 434 halaman ini sendiri sebenarnya merupakan cerita bersambung yang dimuat di Harian Kompas pada rentang waktu 2 November 1997 hingga 2 April 1998. Sumber Gambar Kover Buku Novel Saksi Mata. Di unduh dari Kelas XI SMAMASMKMAK 212 Kisah berawal saat Kuntara secara tidak sengaja memergoki buliknya Raden Ajeng Rumsari alias Bulik Rum tengah berduaan dengan Wiradad di sebuah bungker perlindungan-belakangan baru diketahui oleh Kuntara kalau Wiradad adalah suami sah dari Bulik Rum. Hal itu membuat perasaan hatinya berkecamuk. Kuntara pun heran dengan apa yang dilakukan oleh Bulik Rum yang selama ini selalu dihormatinya. Namun ia bisa mengerti kalau ternyata Bulik Rum yang cantik ini menyembunyikan sejuta kisah yang tak bakal disangka-sangka. Bulik Rum adalah “pegawai” tuan Ichiro Nishizumi, meski pekerjaan sehari-harinya bekerja di pabrik karung Asko. Sebenarnya Bulik Rum sudah menikah dengan Wiradad tetapi tuan Ichiro Nishizumi tidak peduli dengan semua itu dan memboyongnya ke Surabaya. Baik Wiradad maupun ayah Bulik Rum sendiri tidak mampu mencegah keinginan Ichiro Nishizawa yang sangat berkuasa ini. Akan tetapi, Wiradad tidak mau menyerah begitu saja dan segera menyusul Bulik Rum ke Surabaya. Saat Wiradad akan bertemu dengan Bulik Rum inilah terjadi sesuatu yang di luar dugaan. Okada yang gelap mata ini segera mengambil samurai kecilnya hingga akhirnya Bulik Rum menghembuskan nafas terakhir di bungker perlindungan. Okada yang selama ini sangat dihormati oleh Kuntara tenyata memiliki tabiat tidak beda dengan Tuan Ichiro Nishizawa. Dari sinilah awal kisah “petualangan” Kuntara dalam mengungkap kasus hilangnya Bulik Rum hingga upaya untuk membalas dendamnya bersama dengan Wiradad kepada tuan Ichiro Nishizawa dan juga Okada. Sejak kasus hilangnya Bulik Rum ini, keluarga Suryohartanan–tempat Kuntara dan ibunya menetap–mulai terlibat dengan berbagai kejadian yang mengikutinya. Kuntara yang tidak menginginkan keluarga ini terlibat dengan permasalahan yang terjadi dengan sengaja menyembunyikannya. Dengan segala “kecerdikan” ala detektif cilik Lima Sekawan Kuntara berupaya menyelesaikan kasus ini bersama dengan Wiradad. Sangat jarang sekali novel-novel “serius” di Indonesia yang terbit dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir yang menggunakan tokoh utama seorang anak kecil, selain dari novel Mencoba Tidak Menyerah- nya Yudhistira ANM, mungkin hanya novel Ketika Lampu Berwarna Merah karya cerpenis Hamsad Rangkuti. Adalah hal yang menarik apabila membaca cerita sebuah novel “serius” dengan tokoh utama seorang anak kecil karena ia memiliki perspektif atau pandangan berbeda mengenai dunia dan segala sesuatu yang terjadi, bila dibandingkan dengan orang dewasa. Kita bisa membayangkan bagaimana seorang Kuntara yang baru berusia dua belas tahun menanggapi berbagai peristiwa yang terjadi dengan Di unduh dari 213 Bahasa Indonesia diri, keluarga, dan lingkungan sekitarnya pada masa penjajahan Jepang dan dengan “kepintarannya” ia mencoba untuk memecahkan persoalan tersebut. Meski menarik tetap saja akan memunculkan pertanyaan bagaimana bisa bocah dua belas tahun menjadi “sangat pintar”? Keunggulan lain dari novel ini adalah penggambaran suasana yang detail mengenai Kota Surabaya pada tahun 1944 zaman pendudukan Jepang, malah ada lampiran petanya segala Suasana kota Surabaya di zaman itu juga “direkam” dengan indah oleh Suparto Brata. Kita bisa membayangkan bagaimanan keadaan kampung SS Pacarkeling yang kala itu masih “berbau” Hindia Belanda karena nama-nama jalannya masih menggunakan nama- nama Belanda. Juga tentang bungker-bungker–perlindungan yang digunakan untuk bersembunyi kala ada serangan udara–kebetulan saat itu tengah berkecamuk Perang Dunia II. Tidak ketinggalan juga tentang stasiun kereta api Gubeng yang tersohor itu. Sebagai arek Suroboyo yang tentunya mengenal seluk beluk kota Buaya ini, Suparto Brata jelas tidak mengalami kesulitan untuk melukiskan keadaan ini. Apalagi ia adalah penulis yang hidup dalam tiga zaman, kolonialisme Belanda, pendudukan Jepang dan era kemerdekaan. Penggambaran suasana yang detail ini juga berkonsekuensi kepada cerita yang cukup panjang meski tetap tanpa adanya maksud untuk bertele-tele. Novel ini juga diperkaya dengan adanya kosakata dan lagu-lagu Jepang yang makin menghidupkan suasana zaman pendudukan balatentara Jepang di Indonesia. Namun, uniknya, tidak ada satupun terjemahan untuk kosakata Jepang tersebut. Jadi, bagi yang tidak mengerti bahasa Jepang, seperti saya juga, ya tebak-tebak saja sendiri. Sumber Dodiek Adyttya Dwiwa dalam dengan perubahan Teks seperti itulah yang disebut dengan resensi. Di dalamnya tersaji informasi tentang tanggapan atau komentar mendalam tentang kelebihan dan kelemahan suatu karya. Dalam contoh di atas, objek yang ditanggapi berupa novel. Selain itu, objeknya dapat berupa buku ilmu pengetahuan, ilm, pementasan drama, album lagu, lukisan, teks. Sebagaimana yang tampak pada contoh di atas bahwa di dalam teks yang berupa resensi mencakup informasi identitas karya, ringkasan, serta ulasan kelebihan dan kelemahan isi karya itu. Di samping itu, dapat pula disajikan rekomendasi penulis resensi itu untuk pembacanya. Di unduh dari Kelas XI SMAMASMKMAK 214 Tugas 1. a. Bacalah kembali contoh teks resensi di atas dengan baik b. Secara berkelompok, identiikasilah resensi tersebut berdasarkan aspek-aspek berikut 1 identitas buku, 2 ringkasan isi buku, 3 keunggulan buku, 4 kelemahan buku, dan 5 rekomendasi. c. Selain aspek-aspek tersebut, adakah aspek lain yang dibahas dalam resensi tersebut? Jelaskan 2. a. Cermatilah contoh resensi lainnya, untuk buku noniksi b. Cermati unsur-unsur yang ada pada resensi tersebut c. Tuliskanlah hasil penilaian kamu pada teks tersebut d. Gunakanlah rubrik seperti di bawah ini Aspek Skor Maksimal Skor Nilai a. Kelengkapan 30 b. Ketepatan 20 c. Kejelasan 20 d. Keefektifan kalimat 15 e. Kebakuan ejaantanda baca 15 Jumlah 100 Di unduh dari 215 Bahasa Indonesia Kegiatan 2 Mengungkapkan Isi Informasi Buku yang Diresensi Berdasarkan objek karyanya, resensi terdiri atas bermacam-macam jenis. Seperti yang terdapat di dalam contoh di atas, ada resensi untuk novel; ada pula yang berupa kumpulan cerpen. Berdasarkan objek tanggapannya, ada pula yang berupa ilm, drama, lagu, buku ilmu pengetahuan, lukisan, dan karya-karya lainnya. Dengan perbedaan-perbedaan objek karya itu, informasi yang kita dapat pun akan bermacam-macam pula. Misalnya, dari resensi novel atau kumpulan cerpen, informasi yang kita dapatkan adalah tentang alur, penokohan, latar, dan hal-hal lainnya yang terdapat di dalam buku- buku cerita itu. Berbeda halnya apabila resensi itu tentang buku populer, informasi yang kita dapatkan berupa sejumlah ilmu pengetahuan yang dapat memperluas wawasan kita tentang topik yang dibahas oleh buku itu. Perhatikanlah contoh resensi berikut Beragam tema, beragam kisah terangkum di kumpulan cerita pendek Cerita Cinta Indonesia ini. Mulai dari jejak sastra hingga cerita pendek teenlit tergores dalam 45 cerpen buah karya 45 penulis yang pasti sudah Anda kenal. Membaca kumpulan cerita pendek ini seakan-akan memilih beraneka rasa dan rupa dalam sajian paket lengkap. Sebabnya, ada begitu terlalu banyak kisah kehidupan yang menunggu untuk dinikmati para pembacanya. Ada kisah cinta, misteri, persahabatan, dan beragam tema lainnya, yang ditampilkan secara serius dan populer. Buku ini memang menawarkan tema dan rasa yang berbeda-beda. “Nasihat Nenek” karya Clara Ng dan “Asylum” karya Lexie Xu merupakan cerpen yang mengundang rasa mencekam. Atmoster horornya sangat terasa. Pada deretan galau maker ada “Rindu yang Terlalu” karya Arswendo Atmowiloto, “Gerimis yang Ganjil “ oleh Budi Maryono, “Rindu” oleh Dewi Kharisma Michellia, “Hachiko” dan “Luka yang Setia” oleh Eka Kurniawan, “Muse” oleh Ika Natassa dan “Gadis dan Pohon Jambu” oleh M. Aan Mansyur. Beberapa penulis terkenal sebagai penulis teenlit juga tampil di buku ini, seperti “Tabula Rasa” oleh Debbie Wijaja, “Savana” oleh Dyan Nuranindya, “Gelas di Pinggir Meja” oleh Ken Terate, “SMS” oleh Luna Torashyngu, dan “Letting Go” oleh RisTee. Di unduh dari Kelas XI SMAMASMKMAK 216 Ada pula cerpen-cerpen menarik lain dan memukau. “Dua Garis” oleh Jessica Huawae bisa membuat rasa muak pembacanya. Bukan muak karena kualitas cerpennya. Akan tetapi, hal itu disebabkan oleh temanya yang memang merupakan kenyataan sebenarnya. “Persepsi” oleh Maggie Tiojakin yang bermain-main dengan persepsi pembacanya. “Apalah Artinya Nama” oleh Marga T. bisa membuat para pembaca penasaran berapa persentase kebenaran di cerpen tersebut. Terakhir ada “Bahagia Bersyarat” oleh Okky Madasari bisa membuat pembaca bertanya-tanya, “Apa arti sesungguhnya dari kata bahagia itu; benarkah kita sudah merasa bahagia di kehidupan sekarang?” Selain itu, bukan berarti cerpen-cerpen yang tidak disebutkan itu jelek, ya. Tulisan ini bisa terlalu panjang jika harus diulas satu per satu. Lebih baik pembaca sendiri yang membuktikannya. Saya sendiri merasa puas setelah membacanya. Bahkan, para penulis yang sebelumnya kurang saya sukai, mampu membuat saya menikmati cerita yang mereka tuturkan itu. Sumber dengan beberapa penyesuaian Bacaan di atas juga berkategori sebagai resensi. Melalui resensi tersebut, dapat kita peroleh informasi ataupun gambaran tentang cerpen-cerpen yang ada di dalamnya. Selain itu, terdapat pula perincian tentang tema dan evaluasi terhadap kelebihan cerpen-cerpen yang ada di dalamnya. Berikut contoh resensi lainnya. Sensual Itu adalah kata yang tepat untuk menggambarkan nyawa musik yang dibawa oleh band asal Malang ini. Hadir kembali meramaikan kancah musik lokal, Atlesta mengusung nuansa percampuran musik pop, RnB dengan jazz dalam dua belas lagu besutan Fifan Christa dan kawan- kawan ini. Album kedua bertitel Sentation dimulai dengan lagu berjudul “Aroma”. Lirik yang singkat dengan sayup-sayup vokal perempuan, membiarkan pendengarnya berimajinasi dalam track pemanasan ini. Tidak cukup sampai di situ, lagu kedua berjudul “Paris Weekend” juga membawa pada imajinasi seolah-olah berada dalam perjalanan panjang menuju ke suasana romantis bersama musik bernuansa jazz 80-an. Dalam lagu kedua ini sekilas melemparkan ingatan kita pada musik yang diusung oleh grup band Earth Wind and Fire. Di unduh dari 217 Bahasa Indonesia Melompat ke lagu selanjutnya adalah “Oh You”. Jika di album sebelumnya kesan seksi nan nakal ditonjolkan oleh Fifan dan kawan- kawan, barangkali lagu inilah yang mewakili perubahan kesan seksi-nakal ke seksi-elegan. Hal itu terlihat dari pemilihan diksi yang jauh lebih halus tanpa meninggalkan kesan sensual. “Oh you, just feel the night Alright, just turn me right Oh you, turn of the light Anybody alright, take it all to say.” Melodinya catchy, dijamin, sekali mendengarkan kita tidak akan kesulitan untuk mengingat lagu ini. Coba kuping lagu berjudul “Senstation”. Pada lagu ini nuansa RnB lebih terasa dengan ketukan unik. Soal pemilihan lirik, bisa dibilang dari semua lagu di album ini, lagu ”Senstation”-lah yang masih lekat dengan bagaimana fantasi panasnya gairah cinta ala Atlesta. “In the end of conversation, you’re just leaving a sensation. Oh baby c’mon closer to me. All I want is just a pleasure, with an overnight sensation.” Gotcha Ditambah dengan bumbu vokal dari vokalis perempuan di tengah track-nya, cukup menggoda dan menerbangkan imajinasi, bukan? Album yang dikemas dengan dominan warna hitam ini menyuguhkan dua instrumen. Pertama adalah “Sunset” didominasi oleh gitar. Nuansa itu sekilas terdengar ala Kings of Convenience ini. Sementara itu, pada lagu ke- sembilan kita dibawa mendengarkan dentingan piano yang menenangkan setelah diajak menggoyangkan tubuh pada lagu sebelumnya, “Cadillac Model”. Jika Anda adalah pecinta musik sekaligus penikmat fotograi, di album ini kita bisa menikmati keduanya sekaligus karena Atlesta mengemas lirik-lirik dalam album Sensation itu ke dalam 14 lembar foto menarik. Sayangnya lirik-lirik tersebut tidak semuanya tercetak dengan baik, dengan font handwriting yang cukup sulit untuk dibaca. Secara umum, album ini sebenarnya sudah mampu mendekati apa yang diinginkan Atlesta, yakni kesan klasik. Atlesta jauh lebih matang, penuh gairah, namun tetap catchy. Sangat layak untuk dikoleksi tentunya Winda Carmelita, dengan beberapa penyesuaian Teks tersebut menyajikan informasi tentang isi dan kelebihan-kelebihan yang ada pada suatu album lagu berjudul Sentation. Tentu saja informasi- informasi yang disajikan resensi tersebut berbeda dengan yang sebelumnya. Informasi yang dikemukakan resensi album lagu cenderung pada warna yang diberikan pada setiap lagu di dalamnya di samping mungkin pula ada gambaran informasi tentang ilustrasifoto-foto yang ada pada album lagu tersebut. Di unduh dari Kelas XI SMAMASMKMAK 218 Tugas 1. Perhatikanlah teks resensi berikut Legenda Cinta Layla-Majnun Judul Laila-Madjnoen Tjeritera di Tanah Arab; Laila Majnun karya Nizami; Layla Majnun, Roman Cinta Paling Populer Abadi Penulis Hamka Hadji Abdul Malik Karim Amrullah Penerbit Balai Poestaka, 1932; Ilman Books, 2002; Navila, 2002 Tebal 74 halaman; 222 halaman; 200 halaman Kalau ada kisah cinta abadi antara seorang perempuan dan laki-laki yang menjadi legenda di dunia Timur, itulah legenda Layla dan Majnun. Kisah ini begitu melegenda sehingga muncul banyak versi menyangkut lika-liku hubungan cinta Layla dan Majnun. Ada anggapan bahwa kisah cinta Layla-Majnun ini hampir-hampir menyerupai cerita Romeo and Juliet karya sastrawan Inggris, William Shakespeare, terutama dalam hal tragedi yang menyelubungi hubungan cinta sepasang kekasih. Meski demikian, cerita Romeo and Juliet adalah salah satu karya yang ditulis oleh tangan William Shakespeare pada abad ke-16. Sementara itu, Layla dan Majnun merupakan sebuah cerita yang dikisahkan dari mulut ke mulut dan baru pada abad ke-12 dituliskan oleh seorang penyair dari Azerbaijan, Nizami Ganjavi, dalam bentuk syair. Versi Nizami inilah yang kemudian merupakan cerita yang paling populer. Menurut Jean-Pierre Guinhut, seorang orientalis dan ahli mengenai kebudayaan dan ilsafat Timur yang juga pernah menjadi Duta Besar Perancis untuk Azerbaijan, pengaruh cerita Layla-Majnun ini melampaui tradisi Timur. Jika melihat kembali ke masa Abad Pertengahan, yaitu sekitar abad ke-11-13, banyak dari karya sastra Barat saat itu memiliki jejak sastra oriental yang kemudian memengaruhi karya-karya sastra seperti cerita kepahlawanan Jerman abad ke-13 berjudul Tristan und Isolde yang ditulis oleh Gottfried von Strassburg atau dongeng Perancis, Aucassin et Nicolette. Sumber Gambar Kover Buku Laila Majnun Di unduh dari 219 Bahasa Indonesia Sampai saat ini, kisah Layla-Majnun merupakan cerita yang paling populer di Timur Tengah maupun Asia Tengah, di antara bangsa-bangsa Arab, Turki, Persia, Afgan, Tajiks, Kurdi, India, Pakistan, dan Azerbaijan. Kepopuleran kisah ini memberi inspirasi banyak seniman, baik pelukis, pemusik, maupun pembuat ilm, menciptakan beragam karya seni yang menggambarkan kisah-kasih Layla dan Majnun. Di dalam buku terbitan Balai Poestaka ini dikisahkan tentang Qais dan Layla yang hidup di negeri Nedjd, salah satu wilayah di tanah Arab. Mereka adalah sepasang remaja yang sejak kecil sering bermain bersama dan ketika menginjak remaja pergi belajar di sekolah yang sama. Qais berwajah tampan, sementara Layla adalah gadis rupawan yang menjadi dambaan setiap laki-laki. Keduanya saling jatuh cinta, namun adat melarang mereka mengekspresikan gelora cinta secara terbuka. Dengan demikian, perasaan keduanya hanya ditumpahkan dalam bentuk syair ketika mereka mempunyai kesempatan bertatap muka secara diam-diam. Suatu ketika Qais memutuskan untuk ikut bersama ayahnya, Al- Mulawwah, berniaga ke negeri lain agar kelak ia memiliki bekal pengetahuan sendiri tentang perniagaan. Pamitlah ia kepada Layla dan memberikan seuntai kalung mutiara sebagai tanda kesetiaannya. Qais meminta Layla untuk melepaskan sebuah mutiara dari untaiannya apabila waktu sudah menunjukkan bulan baru. Meskipun sangat sedih, Layla merelakan kekasihnya pergi mencari pengalaman. Sepeninggal Qais, Layla hanya bermenung diri dan menciptakan syair sebagai pelambang rindu. Suatu hari, ayah Layla, Al-Mahdi, pulang ke rumah bersama seorang tamu bernama Sa’d bin Munif, yang diajak menginap. Tamu itu seorang saudagar kaya raya yang berasal dari Irak. Ketika berjumpa Layla, Sa’d bin Munif langsung jatuh cinta dan melamar Layla kepada ayahnya. Tanpa sepengetahuan Layla, Al-Mahdi menerima lamaran tersebut karena tergiur oleh mas kawin dinar dan harta kekayaan Sa’d bin Munif. Layla tak berdaya melawan perintah ayahnya karena adat memang menyatakan bahwa laki-laki berkuasa atas perempuan. Sementara itu, Qais yang telah memasuki bulan ke-9 ikut berniaga ke negeri-negeri seperti Damsjik, Jerusalem, Hims, Halab, Anthakijah, Irak, Koefah, hingga Basrah tidak dapat lagi menahan rindunya terhadap Layla. Wajahnya tampak muram dan badannya semakin kurus. Ayah Qais melihat kesedihan anaknya dan menanyakan ada apakah gerangan yang telah mengganggu pikirannya. Akhirnya Qais berterus terang tentang kisah cintanya dengan Layla. Demi mendengar penuturan anaknya, Al- Mulawwah memutuskan segera kembali ke kampung halamannya dan berjanji akan melamar Layla untuk Qais. Di unduh dari Kelas XI SMAMASMKMAK 220 Ketika sampai kampung halaman, Al-Mulawwah bergegas menemui ayah Layla dan menawarkan 100 unta sebagai pengganti uang dinar yang telah diberikan Sa’d bin Munif. Akan tetapi, dengan sombongnya, ayah Layla menolak lamaran Al-Mulawwah. Tak berapa lama kemudian, pesta perkawinan Layla dan Sa’d bin Munif diselenggarakan secara besar- besaran. Hancur luluhlah hati Qais. Tak ada satu obat pun yang bisa menyembuhkan sakitnya ini, meskipun orang tuanya telah mendatangkan banyak tabib ternama. Sejak itu Qais tidak mau berbicara kepada orang lain, ia sibuk dengan dirinya sendiri dan sering kali terlihat berbicara sendiri. Karena perilaku aneh inilah orang sekampungnya memanggil Qais dengan Majnun, yang berarti kurang sempurna pikirannya. Lain halnya dengan Layla, meskipun kini telah menjadi istri Sa’d bin Munif, ia tetap mencintai Qais. Menurut Layla, secara isik ia boleh menjadi istri Sa’d bin Munif, tetapi jiwanya tetap untuk Qais. Dalam ungkapannya, di dunia Qais dan Layla bukanlah pasangan suami istri, tetapi di akhirat mereka menjadi pasangan abadi. Karena tak kuat menanggung penderitaan cinta ini, Layla sakit dan selalu memanggil nama Qais. Akhirnya Qais pun dipanggil untuk menemui Layla. Ketika mereka bertemu, Layla memberi pesan terakhir bahwa mereka akan bertemu nanti di akhirat sebagai sepasang kekasih. Demi melihat kekasihnya meninggal, putus asalah Qais. Tak ada lagi keinginannya untuk hidup. Sehari-hari kerjanya hanya duduk di pusara Layla hingga akhirnya Qais meninggal. Jasad Qais pun dibaringkan di samping pusara Layla. Kira-kira 10 tahun kemudian, beberapa musair menziarahi kubur mereka berdua. Di atas kedua pusara itu telah tumbuh dua rumpun bambu yang pucuknya saling berpelukan. Masyhurlah kisah ini sebagai kisah Layla-Majnun. Tujuh puluh tahun setelah penerbitan buku ini oleh Balai Poestaka, pada tahun 2002 kisah ini dibukukan kembali oleh dua penerbit, Ilman Books dan Navila, masing-masing dengan judul Laila Majnun dan Layla Majnun, Roman Cinta Paling Populer Abadi. Di dalam kedua buku itu disebutkan bahwa kisah yang ditulis merupakan saduran karya Nizami dari buku berbahasa Arab dengan judul Qays bin al Mulawah, Majnun Layla dan versi bahasa Inggris berjudul Laili and Majnun A Poem serta Layla and Majnun By Nizami. Meskipun ketiga buku tersebut sama mengungkap tragedi kisah cinta Layla dan Majnun, tetapi terdapat beberapa perbedaan menyangkut detail cerita. Pertama, di dalam buku terbitan Balai Poestaka disebutkan bahwa Qais adalah anak saudagar bernama Al-Mulawwah, yang sering bepergian ke negeri-negeri lain untuk berniaga. Sementara di dalam dua buku yang Di unduh dari 221 Bahasa Indonesia terbit tahun 2002 hanya disebutkan bahwa Qais adalah anak semata wayang seorang saudagar bernama Syed Omri atau Sayid. Ayah Qais dikabarkan telah lama menanti kehadiran anak semata wayangnya untuk meneruskan garis keturunan keluarga. Perbedaan kedua, di buku Balai Poestaka, suami Layla dikabarkan pergi dari negeri Nedjd setelah kematian Layla. Sementara di buku terbitan 2002, suami Layla, Ibnu Salam, meninggal lebih dahulu dibandingkan dengan Layla. Beberapa perbedaan ini disebabkan, pertama, banyaknya penyair ataupun sastrawan yang menuliskan kisah Layla-Majnun. Kedua, lebih banyak lagi penulis yang menyadur kisah Layla-Majnun berdasarkan syair yang ditulis para penyair atau sastrawan tadi. Kepopuleran kisah Layla-Majnun ini membuat dua buku terbitan tahun 2002 itu mengalami cetak ulang beberapa kali. Bahkan, buku terbitan Navila menjadi buku paling laris dengan mencetak rekor memasuki cetakan ke-18 pada bulan Mei 2004. Sementara buku terbitan Ilman Books telah masuk periode cetakan ke-6 pada tahun 2004 ini. Kemasyhuran kisah Layla-Majnun ini juga telah memberi inspirasi kepada sutradara kondang Indonesia, almarhum Sjumandjaja, untuk membuat cerita bagi layar lebar. Pada tahun 1975, dibuatlah ilm berjudul Laila Majenun dengan bintang utama Rini S. Bono sebagai Laila dan Ahmad Albar sebagai Majenun. Film ini pun mengantongi penghargaan untuk kategori Aktor Pembantu Terbaik bagi almarhum Farouk Afero pada Festival Film Indonesia 1976. Sumber Harian Kompas Berdasarkan teks tersebut, informasi manakah yang sesuai dengan yang tersaji di dalam tabel berikut? Pernyataan Sesuai Tidak sesuai a. Dilengkapi ilustrasi-ilustrasi menarik. b. Banyak diwarnai kisah cinta yang romantik. c. Cocok dibaca oleh kalangan remaja. d. Berawal dari kisah yang disampaikan dari mulut ke mulut. e. Masih ada beberapa kata yang tidak dijelaskan secara jelas. Di unduh dari Kelas XI SMAMASMKMAK 222 Pernyataan Sesuai Tidak sesuai f. Telah mengalami cetak ulang beberapa kali. g. Bisa mendorong pembaca untuk mengingat kisah masa lalu. h. Mirip-mirip cerita dalam novel “Romeo and Juliet”. i. Banyak menggunakan ragam bahasa klasik. j. Buku ini bermanfaat sebagai pengobat rindu. 2. Berdasarkan objeknya, termasuk ke dalam bentuk resensi apakah teks tersebut? Jelaskanlah alasan-alasannya secara berdiskusi Sertakan pula kutipan-kutipan dari teks tersebut untuk memperkuat alasan-alasan itu. Objek Resensi Alasan Kutipan Isi Teks C. Menganalisis Kebahasaan Resensi dalam Dua Karya yang Berbeda

bacalah kembali contoh teks resensi di atas dengan baik