Mengampuniorang yang telah memusuhi atau berbuat salah kepada kita adalah salah satu hal tersulit yang Tuhan ingin kita lakukan. Kita harus arti bersyukur dalam alkitab bahwa kita sebagai orang percaya bisa memperoleh pengampunan yang sempurna di dalam Yesus Kristus sejak Dia telah menderita di kayu salib, berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak Tuhanmenjawab bahwa Tuhan lebih tahu mengenai itu . Kemudian diajarkanlah berbagai macam ilmu pengetahuan kepada Nabi Adam AS . Setelah itu Allah menguji para Malaikat tentang ber-macam-2 ilmu pengetahuan tersebut . Tentu saja mereka tidak bisa menjawab dan menjelaskannya , karena mereka tidak menguasai ilmu pengetahuan tersebut . Tahu, karena ayah dan ibu tidak menyukai Ra kan” “Bukan adikku, tapi karena mereka sangat mencintaimu melebihi cintanya pada dirinya. Ayah dan ibu ingin yang terbaik untuk Ra, jadi coba direnungkan nasehat mereka tadi ya dik . Anakperlu diberitahukan bahwa kedisiplinan itu penting untuk membentuk hidup mereka. Didisiplin bukan berarti dihukum, tapi didisiplin karena mereka dikasihi. Jadi bagi orang tua penting untuk kembali merangkul anak yang didisiplin supaya mereka merasa bahwa orang tuanya kejam dan tidak mengasihi mereka. 4. Matius 6: 31 Namun mereka hanya berkunjung sebentar saja, karena mereka tahu bahwa Majnun tidak kuat lama dikunjungi banyak orang. “Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh balasannya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan paling besar pahalanya.” (QS. saya tidak bisa memberikan argumen yg tepat Yangdemikian itu karena mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka tidak saling mencegah dari perbuatan mungkar yang selalu mereka perbuat. Sungguh, amat buruk apa yang mereka perbuat.” [al-Mâidah/5:78-79] Akan mendapat kebinasaan di dunia. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : tToB9q. Oleh Pdt. Bigman Sirait Setiap Jumat Agung hari raya Paskah, ingatan kita pasti tertuju ke Bukit Golgota, di mana Yesus disalibkan. Di kayu salib, meski sudah menderita demikian hebat, Dia masih berseru-seru kepada Allah, meminta supaya orang-orang yang telah menyalibkan-Nya itu diampuni. Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Lukas 23 34. Ucapan Yesus yang meminta Bapa-Nya mengampuni orang-orang yang telah menyebabkan penderitaan-Nya memang menarik untuk kita renungkan. Timbul pertanyaan apakah orang-orang yang menyalibkan Dia itu memang tidak tahu tentang apa yang mereka lakukan? Apakah mereka layak lolos dari tanggung jawab karena ketidaktahuan itu? Mereka pasti tahu apa yang mereka lakukan, karena secara sadar menuduh Yesus melakukan kesalahan. Dengan sadar pula Pontius Pilatus mengadili sekaligus mengesahkan hukuman, sekalipun tidak ditemukan kesalahan-Nya. Fakta sejarah mengatakan bahwa mereka tahu apa yang mereka lakukan, bahkan Yesus telah menjadi target. Tetapi, mengapa Yesus justru mengatakan kalau mereka tidak mengerti apa yang mereka lalukan, sehingga meminta kepada Bapa Surgawi supaya mengampuni mereka? Dalam perspektif teologis kita bisa melihat bahwa orang-orang berdosa adalah orang-orang bodoh. Mereka disebut bodoh bukan karena tidak bisa menghitung uang. Tetapi mereka bodoh tentang kebenaran, karena dosa telah menghitamkan, meluluhlantakkan seluruh kehidupannya sehingga tidak mampu membaca, mengamati dan memahami kebenaran. Maka dapat dikatakan bahwa orang-orang yang menyalibkan Yesus itu adalah orang-orang bodoh, sebab tidak tahu siapa Yesus. Mereka bodoh karena tidak mengenal bahwa Dia adalah Tuhan. Bahkan yang lebih bodoh lagi, mereka menyalibkan juruselamat itu. Mereka sombong karena mengira telah berhasil membunuh-Nya di kayu salib. Ahli-ahli Taurat selaku institusi resmi keagamaan tersenyum karena beranggapan mereka telah menggapai kemenangan dengan membungkam mulut Yesus yang selalu mengemukakan kebenaran sesuatu hal yang tidak nyaman di hati dan telinga para ahli Taurat yang munafik itu. Kebenaran yang dikemukakan Yesus itu menggugat perilaku kehidupan mereka. Mereka memang tidak tahu apa yang mereka lakukan karena sebetulnya mereka tidak tahu siapa diri mereka. Mereka tidak tahu siapa anak Allah itu sehingga memperlakukan Dia dengan sangat hina. Orang-orang yang menyiksa Yesus itu memang terlalu bodoh untuk mengenal bahwa Dia adalah Tuhan yang hidup. Mereka tidak mengenal Yesus karena telah dibutakan oleh dosa. Jadi orang-orang yang menyalibkan Yesus itu pantas dikasihani, dan itulah yang dilakukan Yesus. Secara naluri kemanusiaan, kita tidak bisa menerima ini. Karena Dia-lah yang mestinya menghukum orang-orang berdosa. Tetapi rasa belas kasihan-Nya telah menciptakan terobosan untuk memahami posisi orang-orang yang menyalibkan itu. Rasul Rasul Paulus berkata, bahwa perang yang kita hadapi ini bukan daging dan darah, tetapi roh-roh di udara yang bisa membutakan mata manusia dalam memahami kebenaran. Dan inilah yang terjadi di Bukit Golgota. Kita seringkali merasa diri benar, merasa diri hebat, karena dilumuri dosa yang melimpah sehingga tidak mampu memahami kebenaran. Kita yang tidak mampu mengenali kebenaran itu justru semakin jatuh ke dalam dosa yang mencekam dan menjepit kehidupan. Dosa membuat kita gelap mata sehingga tidak lagi mampu memahami eksistensi diri kita. Kita tidak mampu lagi mengenali siapa kita dan bagaimana seharusnya kita hidup. Orang-orang berdosa merasa bangga ketika menghasilkan karya dalam keberdosaannya dan beranggapan bahwa mereka sudah menyelesaikan persoalan hidup. Mereka beranggapan kalau sudah menjadi pendeta maka bereslah semuanya. Kalau sudah menjadi majelis bereslah semua. Kalau sudah menjadi seorang Kristen beres pulalah semua. Tetapi jangan lupa, peristiwa Jumat Agung di Bukit Golgota itu merupakan buah karya para pemimpin agama, buah karya orang-orang yang menyebut diri mengenal Tuhan, bangsa pilihan. Karena itu, kita pun mestinya sadar, Bukit Golgota bukan sekadar sebuah bukit memori yang kita kenang setiap merayakan Paskah, lalu menangis. Tetapi lebih daripada itu, banyak hal yang harus kita lakukan dalam kehidupan ini, yaitu bagaimana menyenangkan hati Tuhan, melakukan kehendakNya. Banyak hal yang mestinya bisa kita lakukan supaya nama-Nya dimuliakan. Tetapi, kita tidak melakukannya. Kenapa? Karena dosa telah menutup selaput mata kita sehingga tidak dapat melihat kebenaran. Tetapi kita beruntung, sebab Dia berkata, Ampuni mereka, karena mereka tidak mengerti apa yang mereka perbuat. Orang yang tidak mengerti tentang apa yang mereka perbuat itu, melihat Yesus sebagai momok hantu yang meresahkan, musuh yang menggelisahkan, karena ucapan-ucapan-Nya yang serba terus terang itu menusuk ulu hati. Dia membawa kebenaran yang tidak dikemas dalam baju-baju bagus berasesoris menarik. Setiap kalimat yang meluncur dari mulut-Nya serasa menghujam jantung orang-orang munafik serta membuat marah orang yang gemar berbuat dosa, termasuk para ahli agama dan imam pada masa itu. Memang, banyak orang yang tidak senang dengan kebenaran sejati. Oleh karena itulah, bagi mereka, Yesus merupakan suatu masalah yang harus segera diselesaikan. Bagi Yesus sendiri, kematian itu bukan masalah, sebab memang untuk itulah Dia datang ke dunia ini. Dia berkata, Memang harus ada penyesat, tetapi celakalah mereka yang menjadi penyesat itu. Yesus harus mati, tetapi celakalah mereka yang menjadi penyebab kematian-Nya itu. Sebab dengan membunuh Yesus, mereka justru membunuh masa depannya sendiri, mereka membunuh kebenaran yang mereka kumandangkan. Sungguh suatu tragedi. Pada hari Jumat Agung, Dia disalibkan karena kita dengan sadar berkata, Salibkan Dia! Dia disalibkan karena kita dengan sadar berkata bahwa Dia bukan siapa-siapa. Dia disalibkan karena dengan sadar kita berkata bahwa kitalah kebenaran itu. Karena merasa sebagai kebenaran, kita terus-menerus menyuarakan suara Tuhan, tetapi tidak pernah melakukannya dalam kehidupan. Kita terus melakukan aktivitas agamawi secara luar biasa, tetapi jauh dari kuasa Allah. Karena itulah Yesus berkata, Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Selamat Paskah.* Diringkas dari kaset Khotbah Populer oleh Hans Lukas 2334a"Yesus berkata "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." "- Ilustrasi Yesus Kristus - Mengampuni bukanlah sesuatu hal yang mudah sebab terasa berat apalagi jika yang menyakiti kita adalah orangyang disayangi. Perasaan sakit hati akan membekas menjadi marah dan dendam. Sangat sulit memberi pengampunan apalagi telah diberikan berulang-ulang kali. Tetapi di sisi lain terkadang tidak mengampuni akan menjadi beban yang sangat menyakitkan sebab menyimpan kesalahan orang dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Doa Yesus ketika ia disalib adalah “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”, Yesus berdoa memohon pengampunan untuk orang-orang yang melakukan hukuman mati-Nya. Dosa yang mereka lakukan memang layak untuk tidak diampuni. Tetapi justru Yesus berdoa untuk mengampuni dosa mereka. Yesus juga mengajar dalam doa “dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami” Mat. 612 “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu” Mat. 614. “Yesus berkata kepadanya; Bukan, Aku berkata kepadamu Bukan sampai tujuh kali,melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali” Mat. 18 22. Keluarga Kristen diajar untuk setia berdoa dan belajar dari doa Yesus. Berdoalah untuk pengampunan dosa baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain termasuk yang menyakiti dan membenci kita dengan memohon pengampunan akan dosa-dosa yang mereka perbuat. Walaupun mungkin berat, namun belajarlah untuk mengampuni. Jangan menuntut pembalasan karena itu hak Tuhan. Kitab Efesus 432 mengatakan; “Bersikaplah baik satu sama lain, lembut hati saling mengampuni sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.” Mengampuni adalah suatu keharusan sebab Yesus sudah mengampuni kita. Lukas 627-35 mengajarkan tentang kasih kepada musuh. Orang percaya harus mengampuni sama seperti Yesus mengampuni. Tuhan menginginkan kita untuk tidak hidup dalam beban menyimpan kesalahan orang tetapi kita harus sanggup melepas pengampunan. Amin. DOA Ya Tuhan, ajar kami untuk terus berdoa bagi diri sendiri dan orang lain. Ajar kami untuk mudah mengampuni orang yang berbuat salah pada kami dan mengasihi musuh. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.

ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yg mereka perbuat